Rabu, 13 Juli 2011

Partai Golkar Calonkan Ical di Pilpres 2014


KUNINGAN (SJB).- KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kuningan, H. Yudi Budiana, SH, mengajak kepada masyarakat untuk memilih calon presiden di pilpres 2014 adalah orang kaya.
           Karena jika sebelum menjadi presiden sudah kaya, maka ketika sudah menjabat, tidak lagi memikirkan soal harta tapi bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat.
Kepada Seputar Jabar mengatakan, salah satu dari 10 orang terkaya di Asia adalah Ir. H. Aburizal Bakrie. Oleh karenanya, Partai Golkar telah sepakat mencalonkan Ir. H. Aburizal Bakrie, yang akrab dipanggil Ical, menjadi calon Presiden RI di pilpres 2014 Sedangkan di pemilukada Gubernur Jabar 2013, mencalonkan Dr. H. Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin atau Yance. Hal itu sesuai rekomendasi Rakerda DPD Partai Golkar Kuningan. di Desa Silebu, beberapa waktu lalu.
           
Dasar pertimbangannya, Partai Golkar memiliki visi dan misi untuk merubah kondisi Negara Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Kebutuhan dasar rakyat harus terpenuhi melalui peningkatan kesejahteraan dan ekonomi. Untuk mewujudkan cita-cita dimaksud, kuncinya adalah mengembalikan kejayaan Partai Golkar sebagai partai yang memimpin Indonesia.
Kenapa mencalonkan Ir. H. Aburizal Bakrie, politisi dari Partai Golkar itu menyebutkan, selain sebagai pengusaha sukses dan termasuk 10 orang terkaya se-Asia, landasan pemikiran Ir. H. Aburizal Bakrie sudah benar-benar teruji. “Hal itu terbukti ketika beliau menjabat Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2005.
Kemudian Menko Kesra 2005-2009, telah menggulirkan program pro rakyat, diantaranya, PNPM, PHH dan BLT yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Sebelum masuk dalam kabinet SBY, Ir. H. Aburizal Bakrie, dicalonkan sebagai calon presiden dalam konvensi Partai Golkar menjelang pemilu 2009 oleh organisasi underbow Golkar yaitu Soksi, Kosgoro, dan MKGR, namun kalah bersaing dengan Jusuf Kalla.
“Walaupun kalah dalam konvensi, ia tetap bertahan dan tidak keluar atau pindah partai, sehingga ia merupakan figur panutan Partai Golkar,” katanya.
Disebutkan, Ir. H. Aburizal Bakrie merupakan sosok enterpreuner terkemuka Indonesia yang pengaruhnya begitu luas, tidak hanya di bidang ekonomi namun juga bidang politik dan birokrasi Indonesia. Berbagai jabatan penting, baik dunia usaha, politik hingga pemerintahan pernah disandangnya.
Bahkan ketika memimpin Kadin (Kamar Dagang dan Industri) periode 1994-1999 dan 1999-2004, Kadin sangat berpengaruh dan mempengaruhi kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.
Secara ekplisit dijelaskan, jika Presiden RI mendatang orang kaya, maka ketika menjalankan tugas dan amanah dari rakyat, tidak akan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara maupun melukai hati rakyat.
“Bagi Ir. H. Aburizal Bakrie, menjadi pejabat negara atau presiden bukan untuk mencari kekayaan karena ia sudah kaya, sehingga tugasnya nanti lebih terkonsentrasi meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat Indonesia,” katanya.
            Karier bisnis Ir. H. Aburizal Bakrie, dimulai ketika menjadi Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie and Brothers 1972–1974, Direktur PT Bakrie and Brothers 1974–1982, Wakil Direktur Utama PT. Bakrie and Brothers 1982–1988, Direktur Utama PT. Bakrie and Brothers 1988–1992, Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation 1989-1992 dan Komisaris Utama atau Chairman Kelompok Usaha Bakrie  1992 hingga sekarang.
Di bidang politik, sejak 1984 hingga sekarang tercatat sebagai anggota anggota Partai Golongan Karya, 1988 - 1993 Anggota MPR Periode I dan 1993 - 1998 Anggota MPR Periode II. Kemudian 2004-2005 menjadi Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu dan setahun kemudian, sejak 2005-2009 sebagai Menko Kesra Kabinet Indonesia Bersatu.
Prestasi dan penghargaan, 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People Of The World” dari The Junior Chamber Of Commerce, 1995 Penghargaan “Businessman Of The Year” dari Harian Republika, 1997 Penghargaan “Asean Business Person Of The Year” dari The Asean Business Forum dan 2004 Penghargaan Karya Utama Mina Bahari dari Presiden RI.
Ir. H. Aburizal Bakrie merupakan organisatoris. Tidak heran berbagai organisasi pernah ia tekuni. Antara lain, 1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), 1975 Ketua Departemen Perdagangan HIPMI, 1976 – 1989 Ketua Umum Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia, 1977 - 1979 Ketua Umum, HIMPI, 1984 - 1988 Wakil Ketua Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia,
Tahun 1985 - 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia), 1988 - 1993 Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri dan Industri Kecil, 1989 - 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, 1991 - 1993 Presiden Asean Business Forum (Institute Of South East Asian Business) Periode I, 1993 - 1995 Presiden Asean Business Forum (D/H Institute Of South East Asian Business) Periode II.
           Kemudian, 1993 - 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation, 1994 - 1999 Ketua Umum Kadin Periode I, 1996 - 1997 International Councellor Asia Society, 1996 - 1998 Presiden Asean Chamber Of Commerce & Industry, 1999 - 2004 Ketua Umum Kadin Periode II, 2000 - 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). (deha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar