KUNINGAN (SJB).- KETUA Forum Telaah Kinerja Aparatur Daerah (F-Tekad) Sujarwo, menyatakan salut kepada Fraksi PKS dan Reformasi yang tidak menghadiri Rapat Paripurna Jawaban Bupati Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Kuningan (8/7).
Begitu pula pada Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda LPJ Pelaksanaan APBD TA 2010. (4/7, kedua fraksi itu juga tidak hadir.
Menurutnya, ketidakhadiran dua fraksi dalam Rapat Paripurna merupakan konsekuensi dari sebuah prinsip yang dipegang oleh kedua fraksi tersebut.
Namun, ia menyatakan, ketidakhadiran F-PKS dan F-Reformasi jangan membabi-buta, jangan hanya karena tidak kebagian kursi pimpinan di alat kelengkapan dewan ketika dilakukannya program rolling komisi-komisi.
“Kalau itu alasannya, maka saya secara pribadi sangat menyayangkan sikap yang diambil F-PKS dan F-Reformasi DPRD Kuningan,” tandasnya.
Ditanya langkah apa yang harus dilakukan oleh pimpinan DPRD, ia menyebutkan, sebaiknya Ketua DPRD ‘merangkul’ kedua fraksi dimaksud dan diajak bicara. Menurutnya, jika persoalan itu berlarut-larut, maka secara kelembagaan, berdampak terhadap kewibawaan DPRD Kuningan.
Bagaimana jika kedua fraksi tersebut tetap menolak ?, “Kumaha deui eta mah sigana tabiat,” kata Mang Ewo, panggilan akrabnya menutup pembicaraan. (deha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar