Rabu, 04 November 2009

HMI Kuningan Pertanyakan APBD


 
HMI Kuningan Pertanyakan APBD 

KUNINGAN (SJB).- Himpunan Mahasiswa Islam Kuningan, BEM Universitas Kuningan dan STIA Kuningan mendatangi gedung DPRD Kuningan yang bertujuan mempertanyakan pengawasan penggunaan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) oleh pihak legislatif. Kedatangan para Mahasiswa tersebut diterima Wakil Ketua H. Yudi Budiana, SH beserta pimpinan lainnya, termasuk Komisi A DPRD Kuningan,  bertempat di Ruang Sidang Paripurna, belum lama ini.

Koordinator Lapangan atau korlap, Dadan Furqon, kepada Seputar Jabar mengatakan, DPRD Kuningan harus lebih meningkatkan fungsi pengawasan kepada eksekutif termasuk penggunaan APBD agar efektif dan efesien. “APBD Kuningan berasal dari uang rakyat, jadi penggunaannya harus betul-betul mencerminkan kerpentingan rakyat, bukan untuk dibagi-bagikan kepada para oknum koruptor,” tegasnya.

HMI Kuningan, lanjutnya, wajib menjunjung tinggi keberpihakannya kepada rakyat. Misalnya saja, penggunaan anggaran kesekretariatan DPRD TA 2006 setelah adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2007. Diantaranya, pengeluaran belanja sebesar Rp. 76.650.000,00. Kemudian Pengeluaran Belanja Sekretariat Rp. 58.335.000,00. Pengeluaran Belanja yang belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp. 1.234.087.000,00. Selain itu, kegiatan Pengadaan Semen dan Besi Beton yang melebihi Ketetapan Harga Tertinggi yaitu Rp. 46.725.817,66.

H. Yudi Budiana, SH dihadapan pengunjuk rasa menerangkan, hasil audit BPK biasanya dilampiri penjelasan yang terdiri dari empat kriteria. Pertama, wajar tanpa pengecualian, kedua, wajar dengan pengecualian, ketiga, tanpa memberikan catatan atau pendapat dan keempat terindikasi tindak pidana. “Persoalan kelebihan anggaran kesekretariatan tahun anggaran 2006 penyelesaiannya sepenuhnya diserahkan kepada Sekretaris Dewan, apakah secara administratif sudah diselesaikan atau belum,” katanya.    

Sempat terjadi sedikit ketegangan antara pengunjuk rasa dengan pimpinan DPRD. Pasalnya, jawaban dari pimpinan DPRD terhadap pertanyaan yang diajukan HMI dinilai tidak memuaskan. Bahkan sering terjadi pengulangan pertanyaan dan jawaban, sehingga dikhawatirkan deadloock. Namun setelah mendengar penjelasan yang komprehensif dari Wakil Ketua, H. Yudi Budiana, SH, maka dengan sikap elegan, HMI Kuningan mengakhiri aksi tersebut. (deha)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar